Selasa, 03 Maret 2015

Pekerjaan Bukan Uang

pekerjaan adalah suatu fase dimana kita dianggap dewasa untuk mengerjakannya. pekerjaan bukan hanya sebagai profesi belaka. pekerjaan akan sulit jika merasa sulit, tapi akan mudah jika yang sulit kita jalani. menjalani pekerjaan memang kadang terasa berat, apalagi jika sudah berkaitan dengan "mood" atau "passion" kita dalam memilih apa yang kita kerjakan. tapi selama kita masih au berusaha menjadi profesional, pekerjaan akan menjadi sebuah kuliah baru, pelajaran baru dan kantor sebagai the real campuss.

pembagia job desc kadang membuat kita merasa beda dengan partner kerja kita. merasa tidak adil, merasa diperlakukan berbeda, membuat kita semakin malas untuk berpikir sedikitpun. punya banyak waktu luang dikantor bukanlah suatu kebahagiaa. jangan jadikan uang sebagai tujua utama kita bekerja. jadikan dia sebagai efek dari pekerjaan yang telah kita lakukan. gaji seberapapun tidak akan cukup jika kita hanya bekerja untuk itu. namun, ubah mind set kita, seberapa baik kita melakukan pekerjaan, dan seberapa baik pula efek yang seharusnya kita terima. 

tidak mudah memang, bekerja dengan hati dan bekerja untuk uang. tapi semua bisa dijalani jika kita benar-benar mau menjalani pekerjaan tanpa pikiran negatif.
so..... jadikan pekerjaan itu bagian dari hidup. half of life . baik itu pekerjaan sebagai karyawan atau pekerjaan yang kita ciptakan sendiri.

Jumat, 13 Februari 2015

PUISI CINTA SANG PENCIPTA

cinta siapa?

Kamu tau bunga itu indah?
Itu kuasa tuhan. Dia berhak memberi warna apa saja sesuka hati.
Dan mengapa pelangi itu berwarna?
Memberi warna bunga yang tertanam dibumi saja Dia sanggup.
Lalu bagaimana dengan langit?
Tinggi.. lebih dekat.. Dia pasti lebih sanggup.
Tapi bagaimana dengan cinta?
Cinta dua insan yang ntah kapan ada.
Siapa penciptanya?
Tuhan?
Soal rasa..
Soal hati..
Kurasa tetap Tuhan.
Yang Mulia pencipta cinta..

Jadi..salahkah jika aku mencinta?
Hasil gambar untuk rainbow love

Rabu, 14 Januari 2015

PIALA TROFEO PERSIJA 2015

DUEL SI MACAN KEMAYORAN, LASKAR WONG KITO, DAN SINGO EDAN 

Buat semua pecinta bola tanah air, pasti tau yang namanya ISL alias Indonesia Super League. ISL 2015 musim pertama dimulai pada bulan Februari 2015. Sudah lumrah, jika tim-tim besar yang tergabung di ISL ini menjalani tour pra musim dengan menggelear pertaandingan persahabatn dengan tim lain baik tim dari sesame ISl, maupun tim luar negeri. Kali ini, Perija juga tidak mau kalah dengan tim-tim lain. Apalagi mengingat musuh bebuyutannya menjadi juara ISl musim 2014, yaitu PERSIB Bandung.
Dalam rangka ulang tahun Persija yang ke 86, Persija mengadakan Piala Trofeo 2015 seperti tahun-tahun sebelumnya. Kali ini, tim lawan yang diundang adalah Sriwijaya FC dan Arema Cronus. Seperti kita tau, Laskar Wong Kito punya Victor Igbonevo yang badannya segitu gede, juga ada pemain terbaik ISL musim 2014, Si Ferdinan Sinaga yang harus move on dari Maung Bandung. Sedangkan, Singo Edan punya Gonzales yang larinya kenceng banget, akan dijadikan tolok kur kemampuan persija dengan arsiteknya Om Rahmat darmawan.
nah.. dalam ajang inilah yang menjadikan saya untuk pertama kalinya masuk stadion kebanggaan Masyarakat Indonesia, STADION UTAMA GELORA BUNG KARNO. Waktu masih SD, baca sejarah didirikannya stadion itu oleh preiden pertama RI, Bung karno untuk menghadapi Jakarta Peking. Dan akhirya.. awal tahun 2015 ini saya berhasil memasuki stadion impian itu. Tapi ternyata tidak mudah untuk sekedar menembus pintu masuk III sector 5 stadion ini. Butuh perjuangan yang maha dahsyat untuk bisa bergabung di kerumunan The Jack dari berbagai daerah DKI dan sekitanya.
Antrian cukup panjang bahkan sangat berdesakkan di depan pintu masuk III GBK. Tidak ada koorlap atau panpel yang mengatur supporter untuk tertib selama memasuki pintu III ini. Alhasil, gencet sana, gencet sini,,, dalam hati pengen bilang “kampret” lu. Tidak ada prioritas untuk perempuan dan anak-anak ketika akan memasuki pintu yang sempit itu. Padahal, banyak lho satu kelaurga yang nonton dengan mengajak anak dan istri. Perempuan dan anak-anak juga berhak dong menonton sepakbola di stadion. Tapi tetap prioritaskan kaum hawa nya. Biar semua sama-sama enak, gak dorong-dorongan.
Oke, kita lupakan masalah pintu masuk. Sekarang saya sudah ada di tribun sekto 5 stadion utama Gelora Bung Karno. Waaaaaaaahhhhh……. Luasnyaaaa.. ada 24 sektor di tribun nya, baik tribun atas atau bawah. Jadi ingat dengan stadion kebanggaanku Maguwoharjo Internasional Stadium. Perlahan, tribun berubah warna jadi Oranye. Semakin oranye. Lama-lama kayak kulit jeruk bertumpuk-tumpuk, oranye semua. Karena disitu kumpulan anak-anak the jack, mau gak mau aku ikutan nyayi lagu supporter dong. Tapi berhubung aku gak bisa move on dari super elja, jadi kata persija, aku ganti tetep super elja hahahaha…
Emang susah sih move on dari elang ke macan. Wkwkkw dan mungkin gak bakal move on deh. Kultur elang jawa itu ngayomi banget. Ngajeni banget. Itu sebabnya aku lebih suka nonton Bola di MIS. Tapi gakpapa lah , udah terwujud impian dari kecil pengen masuk GBK. Next time KANJURUHAN, JALAK HARUPAT, JAKA BARING mungkin, atau bahkan SEGIRI. Daaaaaaaan SANTIAGO BERNABEU . .. hahaha nyari musolah nya khareem benzema heheheh…
Oke deh, jam 18.00 temen ngajak balik, keburu rame the jack, malah gak bisa pulang deh.. segitu aja main-main ke kandang macan kemayorannya. Besok balik ke kandang elang jawa lagi .


Kamis, 01 Januari 2015

PUISI KANGEN



BUKAN WAKTUKU WAKTUMU

saat mendung meninggalkan pelangi
saat itu pula aku merindukan masa itu
dimana senja bertemu dengan rembulan
membawa senyuman dan ketenangan

perlahan aku tau kehadiranmu
dibalik bayang tersembunyi
namun semua tak tepat waktu
kedatanganmu kepergianku

bukan aku yang tak mau menunggu
hanya takdir yang menuntunku

harapan..
tujuan..
kenangan..
akan mengisi kekosongan