DUEL SI MACAN KEMAYORAN, LASKAR WONG KITO, DAN SINGO EDAN
Buat semua pecinta bola tanah
air, pasti tau yang namanya ISL alias Indonesia Super League. ISL 2015 musim
pertama dimulai pada bulan Februari 2015. Sudah lumrah, jika tim-tim besar yang
tergabung di ISL ini menjalani tour pra musim dengan menggelear pertaandingan
persahabatn dengan tim lain baik tim dari sesame ISl, maupun tim luar negeri. Kali
ini, Perija juga tidak mau kalah dengan tim-tim lain. Apalagi mengingat musuh
bebuyutannya menjadi juara ISl musim 2014, yaitu PERSIB Bandung.
Dalam rangka ulang tahun Persija
yang ke 86, Persija mengadakan Piala Trofeo 2015 seperti tahun-tahun
sebelumnya. Kali ini, tim lawan yang diundang adalah Sriwijaya FC dan Arema
Cronus. Seperti kita tau, Laskar Wong Kito punya Victor Igbonevo yang badannya
segitu gede, juga ada pemain terbaik ISL musim 2014, Si Ferdinan Sinaga yang
harus move on dari Maung Bandung. Sedangkan, Singo Edan punya Gonzales yang
larinya kenceng banget, akan dijadikan tolok kur kemampuan persija dengan
arsiteknya Om Rahmat darmawan.
nah.. dalam ajang inilah yang
menjadikan saya untuk pertama kalinya masuk stadion kebanggaan Masyarakat Indonesia,
STADION UTAMA GELORA BUNG KARNO. Waktu masih SD, baca sejarah didirikannya
stadion itu oleh preiden pertama RI, Bung karno untuk menghadapi Jakarta Peking.
Dan akhirya.. awal tahun 2015 ini saya berhasil memasuki stadion impian itu.
Tapi ternyata tidak mudah untuk sekedar menembus pintu masuk III sector 5
stadion ini. Butuh perjuangan yang maha dahsyat untuk bisa bergabung di
kerumunan The Jack dari berbagai daerah DKI dan sekitanya.
Antrian cukup panjang bahkan
sangat berdesakkan di depan pintu masuk III GBK. Tidak ada koorlap atau panpel
yang mengatur supporter untuk tertib selama memasuki pintu III ini. Alhasil,
gencet sana, gencet sini,,, dalam hati pengen bilang “kampret” lu. Tidak ada
prioritas untuk perempuan dan anak-anak ketika akan memasuki pintu yang sempit
itu. Padahal, banyak lho satu kelaurga yang nonton dengan mengajak anak dan
istri. Perempuan dan anak-anak juga berhak dong menonton sepakbola di stadion.
Tapi tetap prioritaskan kaum hawa nya. Biar semua sama-sama enak, gak
dorong-dorongan.
Oke, kita lupakan masalah pintu
masuk. Sekarang saya sudah ada di tribun sekto 5 stadion utama Gelora Bung
Karno. Waaaaaaaahhhhh……. Luasnyaaaa.. ada 24 sektor di tribun nya, baik tribun
atas atau bawah. Jadi ingat dengan stadion kebanggaanku Maguwoharjo
Internasional Stadium. Perlahan, tribun berubah warna jadi Oranye. Semakin
oranye. Lama-lama kayak kulit jeruk bertumpuk-tumpuk, oranye semua. Karena
disitu kumpulan anak-anak the jack, mau gak mau aku ikutan nyayi lagu supporter
dong. Tapi berhubung aku gak bisa move on dari super elja, jadi kata persija,
aku ganti tetep super elja hahahaha…
Emang susah sih move on dari
elang ke macan. Wkwkkw dan mungkin gak bakal move on deh. Kultur elang jawa itu
ngayomi banget. Ngajeni banget. Itu sebabnya aku lebih suka nonton Bola di MIS.
Tapi gakpapa lah , udah terwujud impian dari kecil pengen masuk GBK. Next time
KANJURUHAN, JALAK HARUPAT, JAKA BARING mungkin, atau bahkan SEGIRI. Daaaaaaaan
SANTIAGO BERNABEU . .. hahaha nyari musolah nya khareem benzema heheheh…
Oke deh, jam 18.00 temen ngajak
balik, keburu rame the jack, malah gak bisa pulang deh.. segitu aja main-main
ke kandang macan kemayorannya. Besok balik ke kandang elang jawa lagi .
The gambling industry is down, and gambling is down - Dr
BalasHapusA gambling 광명 출장마사지 sector has seen a jump in revenue, 안양 출장샵 but the numbers are growing in the form 김해 출장안마 of mobile and 파주 출장샵 desktop, which is 세종특별자치 출장안마 a crucial