Rabu, 14 Januari 2015

PIALA TROFEO PERSIJA 2015

DUEL SI MACAN KEMAYORAN, LASKAR WONG KITO, DAN SINGO EDAN 

Buat semua pecinta bola tanah air, pasti tau yang namanya ISL alias Indonesia Super League. ISL 2015 musim pertama dimulai pada bulan Februari 2015. Sudah lumrah, jika tim-tim besar yang tergabung di ISL ini menjalani tour pra musim dengan menggelear pertaandingan persahabatn dengan tim lain baik tim dari sesame ISl, maupun tim luar negeri. Kali ini, Perija juga tidak mau kalah dengan tim-tim lain. Apalagi mengingat musuh bebuyutannya menjadi juara ISl musim 2014, yaitu PERSIB Bandung.
Dalam rangka ulang tahun Persija yang ke 86, Persija mengadakan Piala Trofeo 2015 seperti tahun-tahun sebelumnya. Kali ini, tim lawan yang diundang adalah Sriwijaya FC dan Arema Cronus. Seperti kita tau, Laskar Wong Kito punya Victor Igbonevo yang badannya segitu gede, juga ada pemain terbaik ISL musim 2014, Si Ferdinan Sinaga yang harus move on dari Maung Bandung. Sedangkan, Singo Edan punya Gonzales yang larinya kenceng banget, akan dijadikan tolok kur kemampuan persija dengan arsiteknya Om Rahmat darmawan.
nah.. dalam ajang inilah yang menjadikan saya untuk pertama kalinya masuk stadion kebanggaan Masyarakat Indonesia, STADION UTAMA GELORA BUNG KARNO. Waktu masih SD, baca sejarah didirikannya stadion itu oleh preiden pertama RI, Bung karno untuk menghadapi Jakarta Peking. Dan akhirya.. awal tahun 2015 ini saya berhasil memasuki stadion impian itu. Tapi ternyata tidak mudah untuk sekedar menembus pintu masuk III sector 5 stadion ini. Butuh perjuangan yang maha dahsyat untuk bisa bergabung di kerumunan The Jack dari berbagai daerah DKI dan sekitanya.
Antrian cukup panjang bahkan sangat berdesakkan di depan pintu masuk III GBK. Tidak ada koorlap atau panpel yang mengatur supporter untuk tertib selama memasuki pintu III ini. Alhasil, gencet sana, gencet sini,,, dalam hati pengen bilang “kampret” lu. Tidak ada prioritas untuk perempuan dan anak-anak ketika akan memasuki pintu yang sempit itu. Padahal, banyak lho satu kelaurga yang nonton dengan mengajak anak dan istri. Perempuan dan anak-anak juga berhak dong menonton sepakbola di stadion. Tapi tetap prioritaskan kaum hawa nya. Biar semua sama-sama enak, gak dorong-dorongan.
Oke, kita lupakan masalah pintu masuk. Sekarang saya sudah ada di tribun sekto 5 stadion utama Gelora Bung Karno. Waaaaaaaahhhhh……. Luasnyaaaa.. ada 24 sektor di tribun nya, baik tribun atas atau bawah. Jadi ingat dengan stadion kebanggaanku Maguwoharjo Internasional Stadium. Perlahan, tribun berubah warna jadi Oranye. Semakin oranye. Lama-lama kayak kulit jeruk bertumpuk-tumpuk, oranye semua. Karena disitu kumpulan anak-anak the jack, mau gak mau aku ikutan nyayi lagu supporter dong. Tapi berhubung aku gak bisa move on dari super elja, jadi kata persija, aku ganti tetep super elja hahahaha…
Emang susah sih move on dari elang ke macan. Wkwkkw dan mungkin gak bakal move on deh. Kultur elang jawa itu ngayomi banget. Ngajeni banget. Itu sebabnya aku lebih suka nonton Bola di MIS. Tapi gakpapa lah , udah terwujud impian dari kecil pengen masuk GBK. Next time KANJURUHAN, JALAK HARUPAT, JAKA BARING mungkin, atau bahkan SEGIRI. Daaaaaaaan SANTIAGO BERNABEU . .. hahaha nyari musolah nya khareem benzema heheheh…
Oke deh, jam 18.00 temen ngajak balik, keburu rame the jack, malah gak bisa pulang deh.. segitu aja main-main ke kandang macan kemayorannya. Besok balik ke kandang elang jawa lagi .


1 komentar:

  1. The gambling industry is down, and gambling is down - Dr
    A gambling 광명 출장마사지 sector has seen a jump in revenue, 안양 출장샵 but the numbers are growing in the form 김해 출장안마 of mobile and 파주 출장샵 desktop, which is 세종특별자치 출장안마 a crucial

    BalasHapus